Menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keselamatan adalah tantangan utama dalam industri tambang. Salah satu penyebab gangguan operasional terbesar adalah overload truk. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan tambang untuk mendeteksi overload sejak dini.
Kini, berkat keberadaan perangkat seperti load sensor dan axle load sensor Anda dapat memantau berat muatan sehingga memastikan operasional tetap aman, efisien, dan sesuai aturan.
Pengertian Overload Truk
Over Dimension Overload (ODOL) atau over loading artinya saat muatan kendaraan lebih dari batas dimensi atau berat sesuai ketentuan. Ini baik dari segi panjang, lebar, tinggi, maupun berat total.
Aturan ODOL di banyak negara, batas dimensi kendaraan yang diizinkan umumnya dengan panjang maksimal 16 meter untuk trailer, lebar 2,6 meter, dan tinggi muatan tidak lebih dari 3,8 meter dari permukaan tanah.
Sementara dalam konteks industri pertambangan, pelanggaran terhadap batas ini sangat umum terjadi. Pasalnya, truk tambang kerap membawa material berat dalam jumlah besar yang sulit dikendalikan.
Tanpa pengawasan yang tepat, praktik overload ini bukan hanya meningkatkan risiko kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga menimbulkan sanksi hukum berat dan denda yang besar.
Cara Mendeteksi Overload Muatan Truk Tambang
Dalam sektor pertambangan, truk yang kelebihan muatan (overload) dapat membahayakan operasional, mempercepat keausan kendaraan dan meningkatkan potensi kecelakaan kerja.
Berikut beberapa metode pendeteksian overload muatan truk tambang secara efektif:
1. Load Sensor pada Jembatan Timbang
Salah satu cara paling akurat untuk mendeteksi overload adalah dengan memasang sensor berat pada jembatan timbang atau jalur lintas.
Tiga jenis sensor yang umum digunakan adalah:
- Load Cell Strain Gauge: Mendeteksi perubahan bentuk logam akibat tekanan berat.
- Sensor Pneumatik: Mengukur berat berdasarkan tekanan udara.
- Sensor Elektromagnetik: Mendeteksi beban dengan sinyal elektromagnetik, ideal untuk sistem terintegrasi berbasis teknologi.
Selanjutnya setelah data dari sensor terkumpul, unit pengolahan data memproses informasi secara otomatis menganalisis apa muatan truk melebihi batas atau tidak. Jika overload terdeteksi, perangkat akan mengeluarkan suara, atau lampu indikatornya menyala, atau mengirimkan notifikasi ke petugas.
2. Load Sensor pada Kendaraan
Load sensor, atau load cell, adalah perangkat elektronik yang mengubah gaya tekan dan tarik menjadi sinyal listrik. Dalam industri tambang, sensor ini ditempatkan di titik strategis pada kendaraan, biasanya sumbu roda atau sistem suspensi truk untuk mengukur berat muatan secara real-time.
Sensor ini sangat berguna untuk memastikan bahwa muatan yang diangkut tidak melebihi batas aman.
3. Axle Load Sensor
Salah satu teknologi yang juga efektif untuk mendeteksi overload muatan adalah axle load sensor yang dipasang pada suspensi kendaraan dan berfungsi untuk:
- Mengukur berat muatan secara akurat
- Mendeteksi aktivitas bongkar-muat berdasarkan perubahan beban
- Memberikan data waktu dan lokasi saat truk dimuat atau dikosongkan
Saat terjadi perubahan beban pada poros kendaraan, sensor akan mengirimkan data ke perangkat GPS tracker, lalu diteruskan ke dashboard pemantauan.
Dengan teknologi ini, perusahaan tambang dapat secara real-time mengetahui kapan dan di mana muatan dimasukkan atau diturunkan, sehingga memungkinkan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik overload.
Dampak Overload Muatan Truk Tambang
Dampak ODOL truk adalah ancaman nyata bagi keselamatan, efisiensi operasional, dan umur kendaraan. Berikut beberapa dampak serius yang wajib Anda waspadai terutama pelaku industri tambang:
1. Penurunan Stabilitas dan Kendali Truk
Saat truk membawa muatan melebihi kapasitas, kestabilan kendaraan jadi terganggu. Truk menjadi sulit dikendalikan, respons kemudi lambat, dan memerlukan jarak lebih panjang untuk berhenti. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan di area tambang yang medan jalannya sudah cukup ekstrem.
2. Ban Lebih Cepat Rusak
Beban berlebih membuat tekanan pada ban meningkat drastis, menyebabkan ban cepat panas, aus, bahkan bisa meledak. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat truk melintasi jalur berbatu atau menurun di area tambang.
3. Kehilangan Daya Cengkeram pada Rem
Overload memaksa sistem pengereman bekerja lebih keras. Akibatnya, rem cepat panas, kurang pakem, bahkan bisa gagal berfungsi, terutama di jalur curam area pertambangan.
4. Performa Truk Menurun
Truk yang kelebihan beban sulit berakselerasi dan susah menyalip kendaraan lain. Ini dapat menghambat kelancaran aktivitas distribusi material tambang, menghambat produktivitas, dan memicu antrean kendaraan di area operasional.
5. Risiko Kecelakaan pada Malam Hari Meningkat
Posisi lampu depan overload truk akan miring ke atas sehingga menyilaukan pengendara dari arah berlawanan. Hal ini juga mengurangi visibilitas terhadap rintangan jalan, seperti batu atau bekas galian.
6. Sistem Suspensi Cepat Rusak
Overloading memberi tekanan berlebih pada suspensi dan lambat laun membuat kendaraan tidak layak jalan. Ini berarti Anda harus merogoh kocek untuk biaya perbaikan besar.
7. Biaya Operasional Membengkak
Ban, rem, shock absorber, dan konsumsi bahan bakar akan lebih cepat habis jika truk selalu overload. Hal ini berarti biaya perawatan meningkat tajam dan profit margin perusahaan menurun.
8. Asuransi Hangus
Banyak perusahaan asuransi tidak menanggung kerusakan atau kecelakaan pada kendaraan yang terbukti membawa muatan berlebih, karena overload truk termasuk pelanggaran hukum.
Overload truk tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mempercepat kerusakan kendaraan dan meningkatkan biaya operasional. Untuk mencegah dampak buruk tersebut, penting bagi perusahaan tambang menggunakan solusi pemantauan yang andal.
Kami hadir dengan teknologi GPS alat berat terbaik GPSKU yang dapat diintegrasikan dengan sensor beban untuk mendeteksi overload secara akurat dan real-time. Lindungi armada Anda, tingkatkan efisiensi, dan hindari risiko kerugian sekarang juga!
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut atau berkonsultasi!