Order Fulfillment: Pengertian, Proses, Strategi

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif saat ini, order fulfillment adalah elemen penting dalam rantai pasok. Proses ini tidak hanya memengaruhi kepuasan pelanggan tetapi juga memiliki dampak signifikan pada produktivitas dan profitabilitas perusahaan.

Dalam artikel ini kita akan membahas apa itu order fulfillment, bagaimana prosesnya berlangsung, hingga strategi order fulfillment terbaik untuk mengoptimalkannya. Mari simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Order Fulfillment

order fulfillment adalah

Order fulfillment adalah serangkaian tindakan dan proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk memproses pesanan pelanggan. Mulai dari saat pesanan diterima hingga produk atau layanan dikirimkan ke tangan pelanggan. Ini mencakup segala sesuatu, mulai dari menerima pesanan, mengemas produk, merakit pesanan, hingga mengirimkannya ke alamat pelanggan dengan aman dan tepat waktu.

Jenis-Jenis Order Fulfillment

jenis order fulfillment

Berikut ini empat jenis order fulfillment:

1. In-House Order Fulfillment

Di sini, seluruh proses pemenuhan dikelola oleh tim internal perusahaan. Dari penyimpanan hingga pengiriman, semuanya berada di bawah kendali langsung perusahaan.

Model ini cocok bagi bisnis yang telah mapan dan ingin mengendalikan setiap detail operasional mereka. Start-up dengan volume transaksi yang belum besar sering memulai dengan pendekatan ini. Namun, seiring waktu dan pertumbuhan, banyak yang beralih ke pendekatan lain yang lebih luas.

2. Outsourced Order Fulfillment

Dalam model ini, semua tanggung jawab pemenuhan dipercayakan kepada entitas eksternal atau perusahaan third-party logistics (3PL). Mulai dari penyimpanan produk hingga pengirimannya ke konsumen, semuanya dikelola oleh 3PL. Keuntungan dari model ini adalah perusahaan tidak perlu menginvestasikan sumber daya dalam infrastruktur gudang atau personil pemenuhan.

3. Dropshipping

Dalam dropshipping, pengecer memasarkan produk tanpa harus menyimpannya dalam persediaan. Ketika pelanggan memesan produk, pesanan itu dipenuhi oleh pemasok eksternal.

Pengecer, dalam hal ini, berfungsi sebagai perantara antara pelanggan dan pemasok, dan biasanya mendapatkan margin dari penjualan. Model ini populer di kalangan pengecer online yang baru memulai bisnis mereka.

4. Hybrid Fulfillment

Dalam model hibrida, perusahaan mengkombinasikan beberapa pendekatan order fulfillment. Sebagai contoh, barang khusus atau yang memerlukan perakitan mungkin diproses secara internal, sementara barang lainnya dapat dipesan melalui dropshipping. Model ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan yang menginginkan adaptabilitas dalam operasi mereka.

Proses Order Fulfillment

proses order fulfillment 

Proses order fulfillment ini dapat berbeda-beda tergantung pada jenis bisnis dan produk atau layanan yang ditawarkan. Namun, pada dasarnya, langkah-langkah utama yang melibatkan order fulfillment adalah sebagai berikut:

  1. Penerimaan Inventaris: Ini adalah langkah pertama di mana barang masuk ke dalam sistem. Entah itu datang dari pemasok atau produsen, setiap item harus diterima, diperiksa, dan dicatat ke dalam sistem.
  2. Penyimpanan Strategis: Setelah barang diterima, barang tersebut harus disimpan dengan cara yang memudahkan pengambilannya nantinya. Lokasi penyimpanan dipilih berdasarkan frekuensi permintaan dan kebutuhan lainnya.
  3. Pemilihan dan Pengemasan: Ketika pesanan masuk, produk yang relevan harus diambil dari raknya. Setelah produk terkumpul, mereka dikemas dengan cermat untuk memastikan integritas produk selama pengiriman.
  4. Pengiriman: Produk yang sudah dikemas siap untuk dikirim. Pengiriman harus dilakukan dengan cara yang efisien, mempertimbangkan biaya dan kecepatan pengiriman.
  5. Manajemen Pengembalian: Pada situasi tertentu, pelanggan mungkin perlu mengembalikan produk. Proses pengembalian harus semulus mungkin untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Mengingat kompleksitas dan signifikansi dari order fulfillment, ada urgensi untuk mengoptimalkannya. Beberapa perusahaan mungkin memilih untuk mengelolanya sendiri, sementara yang lain mempercayakannya kepada ahli eksternal atau penyedia layanan logistik pihak ketiga (3PL).

Tantangan dalam Proses Order Fulfillment

tantangan dalam proses order fulfillment

Berikut adalah rincian beberapa tantangan utama yang sering dihadapi oleh perusahaan dalam proses order fulfillment mereka:

1. Manajemen Inventaris

Kehabisan stok adalah salah satu kendala terbesar dalam menjalankan bisnis. Kecepatan perputaran produk dan ketersediaan barang yang optimal menjadi kunci dalam memastikan pelanggan tetap berbelanja di tempat Anda. Perusahaan yang mampu menjaga persediaan pada tingkat yang tepat akan menghindari risiko kehilangan pelanggan yang dapat beralih ke pesaing yang memiliki stok yang lebih memadai.

2. Perencanaan Permintaan

Memahami dan meramalkan permintaan produk yang Anda jual adalah hal yang sangat penting. Dengan informasi ini, Anda dapat menghindari berbagai permasalahan logistik, termasuk overstocking (kelebihan stok) dan understocking (kekurangan stok) yang dapat merugikan bisnis Anda. Pembentukan permintaan, melalui strategi pemasaran dan promosi, juga merupakan bagian penting dari manajemen permintaan yang efektif.

3. Perencanaan Logistik

Proses pengiriman tidak boleh dianggap enteng. Dalam beberapa kasus, hal ini bahkan lebih penting daripada proses penjualan itu sendiri. Anda perlu memastikan bahwa metode pengiriman yang Anda gunakan efisien, waktu pengiriman sesuai dengan ekspektasi, dan bahwa produk sampai di tangan pelanggan dalam kondisi baik.

Ketidakpatuhan pada aspek-aspek ini dapat menyebabkan paket yang terlambat, rusak, atau hilang, yang dapat merusak reputasi bisnis dan mengurangi kepuasan pelanggan.

4. Eksekusi Rantai Pasokan

Meskipun perencanaan telah dilakukan dengan baik, situasi darurat seperti kehabisan persediaan bisa saja terjadi, terutama saat terjadi lonjakan permintaan yang tak terduga. Dalam situasi seperti ini, kemampuan untuk mengisi kembali persediaan dengan cepat sangat penting.

Memilih produsen atau pemasok yang dapat dengan cepat memenuhi pesanan Anda menjadi hal yang sangat krusial. Dalam rantai pasokan yang efisien, kerja sama dengan pemasok yang andal sangatlah penting. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih efektif mengatasi tantangan yang muncul dalam order fulfillment mereka.

Strategi untuk Mengoptimalkan Order Fulfillment

strategi order fulfillment

Berikut beberapa strategi yang dapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan order fulfillment:

1. Pemilihan Lokasi Gudang yang Tepat

Memilih lokasi gudang yang strategis dapat mengurangi waktu pengiriman dan biaya pengiriman. Gudang yang dekat dengan pusat populasi atau pelabuhan dapat membantu mengurangi waktu pengiriman.

2. Automatisasi Proses

Automatisasi dapat digunakan dalam banyak tahap order fulfillment. Mulai dari penerimaan pesanan hingga pengiriman, menggunakan teknologi otomatis dapat menghemat waktu dan mengurangi kesalahan manusia.

3. Kemitraan dengan Pihak Ketiga

Beberapa perusahaan memilih untuk menggandakan tugas-tugas order fulfillment kepada pihak ketiga yang mengkhususkan diri dalam logistik dan pengiriman. Hal ini dapat membantu perusahaan mengurangi beban operasional mereka dan fokus pada bisnis inti mereka.

4. Analisis Data

Memantau data dari seluruh proses order fulfillment adalah kunci untuk terus memperbaiki dan mengoptimalkan proses tersebut. Data membantu perusahaan memahami pola permintaan pelanggan, waktu pengiriman yang optimal, dan aspek-aspek lain yang dapat dioptimalkan.

5. Pelatihan Karyawan

Karyawan yang terampil dan terlatih adalah aset berharga dalam proses order fulfillment. Pelatihan yang baik membantu meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam proses.

6. Perhatian terhadap Layanan Pelanggan

Layanan pelanggan yang baik adalah elemen kunci dalam order fulfillment. Memberikan saluran komunikasi yang efisien dan responsif kepada pelanggan membantu mengatasi masalah dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

7. Pemantauan Kualitas Produk

Memastikan bahwa produk yang dikirimkan kepada pelanggan adalah dalam kondisi baik adalah hal yang penting. Perusahaan perlu memiliki proses pemeriksaan kualitas yang efisien.

8. Manajemen Retur yang Efektif

Perusahaan perlu memiliki proses manajemen retur yang efektif untuk mengatasi pengembalian produk dengan cepat dan akurat.

Sebagai pelaku bisnis logistik, Anda memahami pentingnya order fulfillment yang efisien. Dengan bantuan teknologi seperti platform Transportation Management System (TMS), Anda dapat mengoptimalkan proses order fulfillment Anda, memastikan barang dikirim tepat waktu, dan memenuhi harapan pelanggan Anda.

Dalam era digital saat ini, tingkatkan efisiensi Anda, ciptakan pengalaman pelanggan yang memuaskan, dan pastikan bisnis Anda tetap kompetitif di pasar dengan mengadopsi teknologi dan strategi terbaik dalam order fulfillment. Bagi Anda yang membutuhkan layanan profesional dari kami, jangan ragu untuk menghubungi kami di sini.

Artikel terkait :

CLAIM DISCOUNT NOW

Dapatkan promo special pembelian GPS Tracker untuk Pengguna Baru. Klik dibawah ini

claim promo pengguna baru