logo mobile 2024

Mengungkap Plus dan Minus Rem Hidrolik untuk Kendaraan

Pada dasarnya, terdapat dua jenis rem kendaraan, yakni rem mekanik dan hidrolik. Tidak seperti rem mekanik yang membutuhkan kontak fisik antara pedal rem dan mekanisme rem pada roda, terdapat sejumlah kelebihan rem hidrolik yang menjadikannya lebih masif dewasa ini.

Rata-rata kendaraan zaman sekarang memanfaatkan kelebihan rem hidrolik berkat efisiensi dan ketangguhannya. Selain itu, kelebihan rem hidrolik juga lebih responsif, sehingga kendaraan dapat mengerem lebih baik daripada ketika menggunakan sistem mekanik.

Namun, terlepas dari kelebihan rem hidrolik, terdapat pula beberapa kekurangan yang masih harus diatasi. Dalam penjelasan berikut, Anda dapat membaca selengkapnya masing-masing kekurangan dan kelebihan rem hidrolik.

Sebelum itu, mari pelajari sedikit tentang rem hidrolik dan cara kerjanya.

Cara Kerja Rem Hidrolik

cara kerja rem hidrolik

Rem hidrolik adalah sejenis rem yang menggunakan minyak rem untuk mengalihkan gaya dari pedal rem ke mekanisme rem pada roda. Dilihat dari jenisnya, rem ini dapat berupa rem cakram ataupun rem tromol, yang cara kerjanya berdasar pada prinsip tekanan hidrolik.

Sementara itu, tekanan hidrolik sendiri merupakan gaya yang diberikan oleh cairan di dalam sistem hidrolik. Sistem hidrolik menggunakan cairan yang sifatnya tidak dapat mampat. Tujuannya yakni untuk memastikan bahwa tekanan yang diterapkan pada salah satu ujung sistem dapat tersalurkan ke seluruh bagian sistem.

Rem hidrolik bekerja sesuai dengan Hukum Pascal, yang berbunyi:

Apabila terjadi perubahan tekanan pada titik mana pun dalam cairan tak termampatkan yang terbatas, perubahan tekanan yang sama akan tersebar ke seluruh cairan.[1]

Istilah “tak termampatkan” memiliki arti bahwa cairan tidak berubah secara signifikan dalam hal volumenya saat berada di bawah tekanan. Hukum Pascal menunjukkan bahwa perubahan tekanan diteruskan melalui saluran rem ke komponen rem di setiap roda, seperti kaliper rem atau silinder roda.

Cara Kerja Rem Hidrolik pada Sepeda Motor

Sistem rem hidrolik sepeda motor terdiri dari master silinder, transmisi tekanan melalui saluran rem, aktuasi piston pada kaliper rem, dan hasil jepitan kampas rem pada rotor. Gesekan yang tercipta antara bantalan dan rotor mengubah energi kinetik menjadi panas, yang kemudian menghasilkan efek pengereman.

Selain itu, desain roda sepeda motor yang terbuka memudahkan pembuangan panas yang terbentuk selama proses pengereman.

Cara Kerja Rem Hidrolik pada Mobil

Gaya yang diberikan pada pedal rem pertama-tama diamplifikasi secara mekanik, kemudian ditambah lagi oleh pakem rem. Master silinder mengonversi gaya ini menjadi tekanan hidrolik. Kemudian, gaya hidrolik ini diteruskan melalui saluran rem untuk menggerakkan kaliper rem.

Terakhir, kaliper mengaplikasikan bantalan rem ke cakram, sehingga menciptakan gaya klem yang kuat untuk menghentikan laju mobil.

Kelebihan Rem Hidrolik

keuntungan rem hidrolik

Kelebihan rem hidrolik dibanding rem mekanik antara lain adalah:

1. Daya Henti Lebih Kuat

Kelebihan rem hidrolik yang utama adalah kapabilitasnya untuk menghasilkan daya henti yang signifikan. Kelebihan rem hidrolik juga dapat memperlambat atau menghentikan kendaraan sama sekali dalam waktu singkat secara terkendali.

Efek ini sangat penting menyangkut keselamatan, khususnya dalam situasi darurat atau apabila Anda mendadak harus mengurangi kecepatan.

2. Berfungsi Baik di Segala Cuaca

Rem hidrolik sangat serbaguna dan dapat diandalkan. Jenis rem ini mampu bekerja dengan stabil. Faktanya, rem hidrolik bekerja efektif terlepas dari faktor lingkungan seperti cuaca.

Jadi, terlepas dari apakah cuaca sedang cerah atau hujan, rem hidrolik berfungsi secara konsisten tanpa mengalami penurunan performa drastis. Hal ini sangat penting demi menjamin keselamatan Anda selama berkendara sekaligus fungsionalitas dari komponen rem kendaraan itu sendiri dalam berbagai medan.

3. Minim Perawatan

Kemudian, rem hidrolik tidak memerlukan pemeliharaan yang terlalu sering jika Anda bandingkan dengan jenis rem lainnya.

Sistem hidrolik yang tertutup mengurangi paparan terhadap elemen eksternal, sehingga mengurangi risiko korosi dan aus. Jadi, Anda dapat merasakan nyamannya performa rem yang andal tanpa perlu sering melakukan servis yang menguras waktu dan tenaga.

4. Lebih Awet

Rem hidrolik didesain sedemikian rupa agar tahan lama—bahkan terbukti lebih awet daripada jenis rem lainnya. Pasalnya, sirkuit hidrolik tertutup, yang berisi minyak rem, mengurangi risiko kontaminan eksternal yang dapat merusak sistem.

Selain itu, desain hidrolik ini juga memperkecil tingkat keausan pada komponen—seperti bantalan rem dan rotor—yang berarti Anda tidak perlu mengganti komponen-komponen tersebut secara berkala.

5. Disipasi Panas yang Lebih Baik

Terakhir, kelebihan rem tipe hidrolik adalah mampu mengelola panas dengan lebih baik. Saat minyak rem mengirimkan tekanan dari master silinder ke komponen rem, maka sistem akan secara otomatis mendistribusikan dan membuang panas.

Pembuangan panas ini penting untuk mencegah rem mencapai suhu yang terlalu tinggi, yang dapat berakibat pada berkurangnya efektivitas pengereman.

5 Kekurangan Rem Hidrolik

kekurangan rem hidrolik

Walaupun demikian, bukan berarti tipe brake yang satu ini serba sempurna. Faktanya, rem hidrolik masih memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:

1. Adanya Potensi Kebocoran

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, rem hidrolik mengandalkan sirkuit tertutup guna melindungi kestabilan minyak rem. Jadi, jika kebocoran terjadi maka akan membahayakan sistem ini.

Kebocoran cairan dapat mengganggu tekanan hidrolik yang seharusnya digunakan saat mengerem, yang kemudian dapat memengaruhi fungsi rem.

2. Performa Sangat Bergantung pada Suhu

Rem hidrolik berpotensi bermasalah pada suhu yang lebih rendah karena minyak rem akan mengental. Perubahan karakteristik cairan ini akan memengaruhi daya respons rem, sehingga dapat mengurangi tingkat efisiensi sistem pengereman.

Cairan yang lebih kental kemungkinan menghambat kelancaran transmisi tekanan hidrolik. Alhasil, rem pun merespons input lebih lambat.

3. Sistem Lebih “Bulky”

Kekurangan lainnya adalah bahwa bobot rem hidrolik lebih berat daripada rem mekanik. Tak cuma itu, bentuknya pun lebih bulky. Pada akhirnya, bobot tambahan tersebut akan berdampak terhadap kinerja kendaraan secara keseluruhan. Pasalnya, peningkatan bobot sebanding lurus dengan tingkat inersia.

4. Rumitnya Instalasi dan Perbaikan

Banyak komponen kompleks menyusun rem hidrolik. Misalnya, minyak rem, kaliper, salurn rem, dan master silinder. Jadi, butuh teknisi ahli baik ketika Anda ingin memasang maupun menyervis perangkat ini.

5. Biaya Maintenance Lebih Mahal

Secara performa, rem mekanik kalah daripada rem hidrolik. Namun, tipe rem ini juga membutuhkan maintenance yang lebih rutin, sehingga Anda harus siap merogoh kocek lumayan dalam.

Walaupun begitu, perlu dicamkan bahwa biaya ini merupakan pengeluaran yang wajar, mengingat merawat rem mobil agar awet sangat penting demi keselamatan Anda.

Penutup

Sebagaimana yang tertera di atas, kelebihan rem hidrolik adalah versi “upgrade” dari rem mekanik yang lebih andal dalam menyetop kendaraan. Sayangnya, biaya servisnya tergolong relatif membebani.

Sehubungan dengan fakta ini, GPSKU menawarkan GPS tracker dalam bermacam-macam price point. Itulah mengapa kami jadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan solusi tracking hemat biaya. Percayakan tracker kami untuk memantau lokasi dan pola driver behavior tanpa merogoh kocek dalam-dalam.

Solusi ini bukan cuma mengoptimalkan efisiensi operasional, tetapi juga berperan sebagai strategi cost effective untuk manajemen armada terpadu. Kelebihan rem hidrolik semakin sempurna dengan hadirnya teknologi pelacakan GPSKU yang ekonomis.

Baca juga

CLAIM PROMO

Dapatkan Promo Special untuk Pengguna Baru GPSKU